Manusia, tempat salah dan lupa; Hukum Daging Kambing yang Menyusu dari Anjing; Kisah Imam adz-Dzuhli dengan Imam al-Bukhari; Kisah Liburan Syawal dengan Bahasa Arab; Abul Yaman al-Hakam bin Nafi', Mantan Sahaya yang Jadi Ulama; Dunia, ibarat wanita tua cantik; Kisah Turunnya Surat al-Mudatsir; Nikmat Persaudaraan, Jangan Dirusak dengan 2 Hal Ini
Juga, dampak negatif dari mempekerjakan non muslim sangatlah banyak. Hanya kepada Allahlah kita memohon taufik, selawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan para sahabatnya. Sumber: Fatawa al-Lajnah ad-Daimah, pertanyaan pertama dari fatwa nomor 9657.
Manusia, tempat salah dan lupa; Hukum Daging Kambing yang Menyusu dari Anjing; Resensi Kitab Tanbihul Ghafilin; Kisah Turunnya Surat al-Mudatsir; Keutamaan Tarbiyah (Nasehat Pendidikan Bag. 2) Biografi Singkat asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullahu Ta'ala; Ibnu Juraij, ulama umat; Pertanyaan Seputar Thalabul Ilmi dan Sanad
Begitupundalam hal berkonomi Islam memiliki doktrin dan nilai sebagai berikut: 1. Ilmu. Predikat diciptakan sebaik-baiknya mahluk itu menunjukan bahwa kualitas manusia dilihat dari segi fisik maupun rohaniahnya diatas mahluk-mahluk Allah yang lain. Allah menunjukan keunggulan manusia kepada para mahluk lain ciptaan-Nya.
Berikut beberapa contoh hadis yang membahas tentang toleransi dan sikap menghargai perbedaan agama: 1. “Tidaklah beriman seseorang kamu, sehingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia mencintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari) Hadis ini mengajarkan untuk mencintai sesama manusia, tanpa melihat perbedaan agama atau ras.
Bahwa manusia adalah tempat lupa dan salah. Selagi kita menjadi manusia pasti ada potensi salah atau potensi lupa. Oleh sebab itu, saya secara pribadi, belajar dari kesalahan-kesalahan saya sebelumnya, berupaya untuk belajar memahami dan berhati-hati agar saya tidak kehilangan tongkat lagi seperti kata Rhoma Irama.
GvlVE. KEDUDUKAN HADITS “SESUATU YANG HALAL YANG PALING DIBENCI ALLAH ADALAH TALAK”Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-UtsaiminPertanyaan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya Bagaimana kedudukan hadits “Sesuatu yang halal yang paling dibenci Allah adalah talak?Jawaban Hadits tersebut dhaif dan makna hadits secara akal tidak bisa diterima, sebab tidak mungkin ada perbuatan atau sesuatu yang halal dibenci Allah Subhanahu wa Ta’ala. Akan tetapi secara umum Allah tidak menyukai seseorang mentalak isterinya, oleh sebab itu hukum asal talak adalah makruh. Adapun dalil yang menunjukkan bahwa Allah tidak menyukai talak adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang masalah orang yang meng-ilaa يُؤْلُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ تَرَبُّصُ أَرْبَعَةِ أَشْهُرٍ ۖ فَإِنْ فَاءُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ﴿٢٢٦﴾وَإِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَإِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ“Kepada orang-orang yang meng-ilaa’ isterinya diberi tangguh empat bulan lamanya. Kemudian jika mereka kembali kepada isterinya, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan jika mereka berazam bertetap hati untuk talak, maka sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui” [Al-Baqarah/2 226-227]Dalam masalah kembali dari perbuatan ilaa’ tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Kemudian jika mereka kembali kepada isterinya, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dan pada waktu mereka berniat memilih jalan talak, maka Allah berfirman “Dan jika mereka berazam bertetap hati untuk talak, maka sesunngguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak suka terhadap orang yang memilih jalan talak daripada kembali menyambung tali pernikahan.[Durus wa Fatawa Haramul Makky Syaikh Utsaimin, juz 3/260][Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah lil Mar’atil Muslimah, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Penerjemah Zaenal Abidin Syamsudin Lc, Penerbit Darul Haq] Home /A9. Fiqih Ibadah6 Nikah.../Kedudukan Hadits Sesuatu Yang...
hadits manusia tempat salah dan lupa